Peningkatan Usaha Ekonomi Produktif Di Kabupaten Alor

  • Whatsapp
banner 468x60

(Kalabahi) Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan pasal 4 Peraturan Daerah Nomor: 11 Tahun 2014 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah yang penjabarannya lebih lanjut dalam Peraturan Bupati Nomor 39 Tahun 2016 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Alor, maka Bidang Penerapan Teknologi Tepat Guna dalam mengimplementasikan Tugas dan Fungsinya berorientasi pada Upaya Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan, Peningkatan Perlindungan dan Konservasi SDA dan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan masyarakat berbasis Pengebangan Teknoligi Tepat Guna (TTG) baik di tingkat Kecamatan, Desa  maupun di Kelurahan.

Kabupaten Alor memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, baik di bidang pertanian, perkebunan maupun perikanan. Akan tetapi sumber daya alam yang melimpah tersebut belum diimbangi dengan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai dan penguasaan teknologi menyebabkan masyarakat belum dapat ikut aktif berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Sehingga dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat di perdesaan,  maka Pemerintah Daerah Kabupaten Alor melalui Dinas PMD Kabupaten Alor  terus melakukan kegiatan yang  mengarah pada upaya peningkatan  usaha ekonomi pruduktif.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Pemerintah Kabupaten Alor melalui DPMD Kabupaten Alor telah melaksanakan Program dan Kegiatan sebagai berikut :

  1. Program : Peningkatan Peran Perempuan di Perdesaan

Kegiatan    : Fasilitasi  Inovasi dan Promosi TTG.

  1. Program : Peningkatan Peran Perempuan di Perdesaan

Kegiatan     : Pelatihan Perempuan di Perdesaan dalam Bidang Usaha Ekonomi Produktif.

  1. Program : Perlindungan dan Konservasi  Sumber Daya Alam

Kegiatan    : Monev SDA.

 

  1. Kegiatan Fasilitasi Inovasi dan Promosi TTG

Fasilitasi Inovasi dan Promosi  Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG)  merupakan kegiatan rutin tahunan yang bertujuan untuk memasyarakatkan Hasil Inovasi Teknologi Tepat Guna yang berada  di wilayah/daerah di seluruh indonesia. Selain itu kegiatan Gelar TTG juga dapat dijadikan sebagai ajang promosi dan pertukaran informasi terkait pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk kemajuan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat di perdesaan. Kegiatan Gelar Teknologi Tepat Guna dilaksanakan setiap tahun yaitu di Tingkat Propinsi dan Tingkat Nasional.

 

 

  1. Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Agro Industri Pengolahan Pangan Berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG)

 

Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Agro Industri Pengolahan Pangan Berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG)  dilaksanakan di dua Kecamatan yaitu: Kecamatan Alor Barat Laut dan di Kecamatan Pantar Barat.

Kegiatan  ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan dalam memproduksi  olahan mete, sukun, pisang dan ubi-ubian menjadi olahan pangan yang mempunyai nilai jual, selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk  meningkatkan kemampuan dalam berwirausaha terutama melalui peningkatan etos kerja, kreativitas, inovasi, produktivitas dan kemampuan membuat suatu produk olahan pangan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan/perekonomian masyarakat. Melalui Program ini diharapkan masyarakat terutama para ibu-ibu rumah tangga pemuda-pemudi putus sekolah dapat memperoleh keterampilan, pengetahuan dan wawasan yang lebih baik sehingga mampu ikut terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif.

Pasca kegiatan pelatihan yang dilakukan juga diadakan Monitoring dan evaluasi  terhadap Kelompok (UKM) yang baru dibentuk untuk mengetahui perkembangan dan permasalahan yang dihadapi dilapangan. Kegiatan Monev dilaksanakan di 10 (Sepuluh) desa pada 2 (Dua) Kecamatan diantaranya Kecamatan Alor Barat Laut 5 Desa dan Kecamatan Pantar Barat 5 Desa.

 

Selain itu, Kegiatan moitoring dan evaluasi juga dilakukan pada  UKM Binaan di Desa/Kelurahan yang menyebar di 2 (dua) Kecamatan yaitu Kecamatan Teluk Mutiara dan Kecamatan Alor Barat Laut dengan hasil monev sebagai berikut: Perkembangan usaha dari tahun 2003 s/d 2019 mengalami peningkatan, dengan adanya promosi pasar oleh pemerintah melalui DPMD Kab. Alor dengan menyediakan Outlet dan kantin untuk menjual/mempromosikan prodak-produk dari UKM. Selain itu prodak pangan ini dititip di toko-toko, mini market, di jajakan di pelabuhan ferry, pelabuhan dulionong dan di wisata mali. Perkembangan usaha kopi juga mengalami peningkatan baik dari kwalitas kopi biji, kopi bubuk dan juga kwalitas kemasan. Tetapi dampak dari Pandemi Covid 19 terhadap perkembangan usaha ekonomi masyarakat terutama UKM-UKM binaan dari bulan  April 2019 s/d agustus 2020 ini, penjualannya menurun, kesulitan bahan baku, pesanan menurun sehingga  mempengaruhi omzet/pendapatannya juga menurun. Selain itu, Masalah yang dihadapi UKM dalam mengelola usaha yaitu: Kurangnya Modal Usaha, Kurangnya peralatan seperti sealer plastic, blender daging/ikan, spiner/alat peniris

minyak, alat perajang kripik listrik serta Kemasan prodak, stiker.

 

  1. Kegiatan Monitoring dan evaluasi (Monev) SDA.

Kemudian kegiatan yang terakhir yakni Pelaksanaan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pokmas penerima bantuan Kemendes PDTT dan Pendataan Potensi  Sumber Daya Alam dilaksanakan di desa/kelurahan yang menyebar di 17 Kecamatan. Sebaran potensi Sumber Daya Alam perdesaan yang tersebar di 17 kecamatan memiliki keunggulan yang berbeda-beda sesuai kondisi alam dan topografi wilayah. Dari hasil monitoring dan evaluasi, sesuai data yang ada ditiap Kecamatan/Desa menggambarkan potensi yang hampir sama baik pertanian, perkebunan, peternakan, pariwisata dan budaya, namun memiliki keunggulan yang berbeda-beda juga sehingga membutuhkan intervensi dari tiap instansi teknik dalam mendukung pengembangan potensi yang ada di desa malalui kebijakan-kebijakan program pembangunan untuk peningkatan /perluasan/pengembangan potensi desa yang ada di tiap-tiap wilayah.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.